Tadi malam, setelah menunggu supir selama satu jam di slipi. Akhirnya, sang supir yang ditunggu tak jua menampakkan batang hidungnya. Nyokap menelpon dan memberitahu bahwa sebaiknya memang saya pulang sendiri, naik taksi. Berdasarkan lembaran duit yang tersisa di dalam dompet, akhirnya saya dan seorang teman (Lia) sepakat untuk naik Bus AC 81 jurusan Grogol-Depok *kalo ga salah*. Secara naik taksi Slipi-Cibubur bisa seratus rebo! Mahal hal hal.. *bisa2 ga makan*

Sepanjang perjalanan, banyak hal yang kita bahas. Dari mulai lelucon dan gosip-gosip infotainment sampe politik yang bikin saya agak menelan ludah saking spechhless-nya. Dari Kiki Amalia sampai YahyaZaini dan para pelaku tindak kriminal lainnya. Sampai membicarakan sangMantanGebetan yang menurut saya sekarang, Menyeramkan!! Tapi bagian yang paling menyenangkan adalah ketika bercerita tentang SiPacar Masing-masing yang mana PacarKita satu organisasi hihihi.. ♥Luv yu Pacarkuw!

Okey! Sekarang saya memang benar-benar menyesal. Saya ulangi, Menyesal! Sedalam-dalamnya atas insiden pengGebetan setengah tahun lalu yang berakhir tragis. Gimana enggak?! Bapak Ibu saya sampai berfikir bahwa Saya sudah berani menggoda Om-Om yang notabene seusia Bapak saya. Ough! Padahal acara GebetMenggebet baru saya rencanakan dalam hati, belum terealisasi.

Dari pembicaraan selama dua jam yang udah ngalor ngidul ngetan ngulon ini, akhirnya tidak ditemukan suatu kesimpulan apapun. Hahahaha! Tapi setelah merenung beberapa jam. *telat!* i got it!

Saya pencinta Pria Berwibawa yang berjiwa Pemimpin

 

Dari jaman SMP, SMA, Kuliah sampai sekarang. Benang merah yang menyatukan para Pacar, Mantan, Kecengan, Gebetan dan Kasih tak Sampai Saya adalah bahwa mereka semua mempunyai bakat dan jiwa untuk memimpin, bagaimanapun bentuk rupa dan fisiknya. *betewei, ga ada yg ganteng bo’!* Hihihi

Entah kenapa, kepada Pria-Pria yang memiliki kriteria tersebut. Saya Luluh dan tak berdaya *jiyeeee*. Akhir kata, Saya memang dilahirkan untuk dicintai oleh para PEMIMPIN itu tadi kali yeeeee.. *NarsisAndNgarepModeOn*

23.11 waktu indonesia bagian jakarta timur

Terimakasih untuk segala kesabaran dan kelapangan dada yang membuat aku dan kamu masih bisa bersama sampai saat ini. Terimakasih untuk semua kesederhanaan dan ketulusan yang telah kamu ajarkan. Terimakasih untuk cinta dan sayang yang tidak menginginkan balasan. Terimakasih…♥

Tadi sore, pas Les di Goethe Menteng. Saya sengaja membeli permen karet. Kegemaran ngemut permen ga ilang-ilang sampe sekarang. Akhirnya, beli bubblegum. Iseng-iseng sambil ngunyah permennya, liat tulisan di bungkusnya. Pas dibaca dengan teliti (jiyeee), ternyata tulisan-tulisan itu merupakan tebak-tebakan yang garing aja low T_T dan saya hampir nangis darah gara-gara baca tuh joke yang maksa berat. Dunno, kayanya memang saya aja yang sensi sama tuh lelucon. Dua tebak-tebakan yang garinknya kriuk-kriuk.

T: "Gajah apa yg belalainya ga panjang?"
J: "Gajah Pesek"

Gimana? kalo Yati Pesek baca, pasti kesel deh dia. Saya merupakan makhluk dengan tingkat kejayusan yang tinggi. Tapi pas baca itu tebak-tebakan, jangankan hasrat untuk ketawa. Buat nyengir aja saya masih mikir-mikir. Pantes ga sih?! Satu lagi tebak-tebakan yang bener-bener bikin saya DROP! adalah:

T: "Kenapa orang takut sama hujan?"
J: "Karena hujan datengnya keroyokan"

Subhanallah! Saya bener-bener ga bisa merasa bahwa lelucon di atas itu merupakan suatu hal yang Lucu. Gimana ga? Baca deh! Apanya yang Lucu? Saya pikir, penciptanya udah kehilangan ide untuk membuat lawakan-lawakan yang berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Malah terkesan membodohi pembaca. 

2 hari yang lalu, bener-bener ga nyangka kalo bakal ketemu sama mendiang gebetan. (mendiang disini adalah bukan alm.). Harusnya adalah saya BAHAGIA, wew!! Tapi ternyata bahagia juga enggak, yang ada malahan saya merasa dag-dig-dug ga jelas. Antara salting, BeTe, Kesel, Kangen, Malu de-el-el. (serius lo??) Adalah pas ketika saya selesai menerima Telp dari sangKekasih ♥ tiba-tiba dan tak disangka ’siMantanKecengan’ menyapa saya.

siMantanKecengan : “Rin, apa kabar?”

Saya : “Baik, Pak”

-nyadar ga sih kalo saya memanggil siMantanKecengan dengan sebutan Bapak?-

siMantanKecengan : “Kok susah sekali dihubungi?”

Saya : “Ah, bisa kok Pak”

-Nyadar ga sih kalo masih disebut Bapak?-

Pembicaraan terhenti karena saya harus meninggalkan tempat tersebut. Sebelum pergi siMantanKecengan berkata:

siMantanKecengan : “Saya mau minum kopi, kamu ikut ya?”

Saya : “Iya, nanti saya menyusul”

Mampus, mimpi apa semalam. Well, bener-bener ga berharap ketemu sama tuh orang. Even di acara-acara yang memang mengharuskan kita bertemu. Setelah acara selesai, saya menerima sms dari siMantanKecengan yang menanyakan kenapa saya tidak menyusul dia ke coffeeshop. okelah! saya menuju ketempat siMantanKecengan karena merasa tidak enak kalau menolak ajakannya. Dan, tibalah saya di coffeeshop. Terlibat pembicaraan dengan siMantanKecengan, Salting!. Tiba-tiba ada SMS masuk ke HP saya.

siMantanKecengan : “Makin cantik aja kamu Rin”

Oh! shit! pake sms! padahal dia duduk di depan saya. I know, ga mungkin mengucapkan itu in direct secara di meja itu duduk 4 orang yang lain. Tapi, bener-bener ga penting. Dan saya tidak berniat membalas. Sejak Hari ini, saya benar-benar menyesal bahwa saya pernah menjadikan dia sebagai gebetan.

aku bahagia dengar kata cintamu
tapi aku sedih menerima kenyataan
bahwa tak hanya diriku yang menjadi milikmu
bahwa tak hanya diriku yang menemani tidurmu
bahwa tak hanya diriku yang slalu ada di hatimu selamanya   

bahwa tak hanya diriku yang menangis
saat kau terpisah denganku
bahwa tak hanya diriku yang terbunuh
saat kau ada bersamanya   

ini begitu salah tapi ini juga
begitu benar untuk aku yang dilanda
cintamu yang terus membakar aku
cintamu yang akhirnya membunuhku

Saya rasa, lirik lagunya DewiDewi pas banget menggambarkan perasaan saya ketika itu, ketika hati saya berbunga-bunga. Ketika saya terbuai *jiyee bahasanya* dan terhanyut sama karismanya *bukan motor* dan kewibawaannya.

♣ Jarak umur 20 tahun, like his daughter. Wew! Stop! Dan saya sangat menyayangkan kenapa dia harus semenarik itu? Kenapa dia harus membuat saya jadi gak karuan dan keliatan stupid?

Sembunyi
Kali ini akupun berani
Di hadapanmu
Kemudian akupun berlalu
Kalau saja mentari dapat menghangatkan dinginnya kamu  

©RinaFitri

Tahun 2008 udah berjalan 52 hari. Sekedar mengingat! banyak rencana yang belum terlaksana. Dari rencana besar hingga rencana kecil. Bahasanya! Gimana mau ngerjain rencana besar, lah wong rencana kecilnya aja belum terlaksana. Sambil nge-check mail hari ini, iseng-iseng blogwalking dan menemukan www.blogthings.com huray! loh kok?! dan berhenti pada pertanyaan what’s your ideal relationship? ISENG! jawabin 5 pertanyaan, dan hasilnya taarraaaaaaaaaa!!! seperti ini:


Your Ideal Relationship is Marriage


You’ve dated enough to know what you want.And that’s marriage – with the right person.You’re serious about settling down some time soon.Even if you haven’t met the person you want to get hitched to!

Hwakakaka!! Saya?! Bukan saya anti terhadap hubungan pernikahan tp rasanya untuk sekarang ini, katakan TIDAK! pada pernikahan *wooooooo*

kecemburuan terhadap pasangan yang pada akhirnya berani mengambil keputusan untuk menikah di usia dini

Seperti tadi malam, pembicaraan singkat dengan Pak Fadholi dan Pak Budi di coffeshop Birawa assembly hall.

Pak Fadholi: "Kapan nikah Rin?"
Rina: "2013"
Pak Fadholi: "Loh kok lama sekali??"
Rina: "..."

Ada yang salah? Di tahun 2013 berarti usia saya 27 tahun. Apa terlalu tua bagi saya untuk menikah di usia segitu? Kalo bisa, pas umur 30 tahun baru saya mau menikah. *Bapak-Ibu saya cuma geleng-geleng kepala*

Jujur saja, bukannya saya takut terhadap sebuah hubungan pernikahan *yang katanya suci itu loh*. Tapi lebih kepada meyakinkan diri sendiri bahwa menikah sebaiknya dengan right man in the right time and right place, also right money!!

Plis deh gue!! Setuju ga?!

Nikah tidak ada dalam rencana tahun 2008. Mungkin baru ada di rencana tahun 2010. Wait and See!!